Nafsu makan berlebihan bisa mengarah pada gangguan
kesehatan, terutama bila Anda sedang berusaha menjaga berat badan.
Penelitian terbaru menunjukkan makan secara berlebihan menaikkan risiko
dua kali lipat kehilangan daya ingat, terutama pada manula.
Temuan ini juga menunjukkan para manula yang menjaga makanan
rendah kalori, lebih rendah terserang kepikunan, dan bahkan bisa
mencegah timbulnya penyakit Alzheimer.
Para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari
2.100 kalori sehari jauh lebih mungkin untuk memiliki gangguan kognitif
ringan daripada mereka yang makan lebih sedikit.
Para ilmuwan di Amerika mengamati kebiasaan makan dan minum lebih
dari 1.200 orang berusia 70-89 tahun yang tinggal di Olmsted County,
Minnesota. Keseluruhan responden diawal penelitian tidak memiliki
penyakit demensia. Kemudian, peneliti memberikan mereka tes memori.
Dari hasil tes ini ditemukan 163 di antaranya didiagnosa
mengalami gangguan memori, bahkan lebih tinggi yakni dua kali lipat
lebih besar ketimbang mereka yang makan sedikit.
Kemudian peneliti membagi responden menjadi tiga kelompok.
Pertama, mereka yang mengaku mengonsumsi 600 - 1.525 kalori sehari,
kedua, kelompok yang mengonsumsi antara 1.526 - 2.142 kalori per hari,
dan terakhir 2.143 - 6.000 kalori sehari.
Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan yang ditemukan antara
dua kelompok yang mengonsumsi kalori lebih rendah. Sehingga mengonsumsi
lebih sedikit dari 2.100 kalori dianggap masih aman dan tidak menaikkan
risiko masalah memori.
Namun, responden yang makan lebih banyak, didiagnosa mengalami gangguan memori dua kali lebih tinggi.
"Kami mengamati pola makanan responden dan menemukan, semakin
tinggi jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari maka semakin tinggi
risiko. Mengurangi kalori dan mengubah pola makan sehat merupakan cara
sederhana untuk mencegah hilangnya memori pada usia kita," papar Dr
Yonas Geda, dari the Mayo Clinic di Scottsdale, Arizona, dilansir
melalui Dailymail, Senin (13/2).
by: Ghiboo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar