Selasa, 21 Februari 2012

manfaat air putih

1.membuat langsing

Mengubah kebiasaan mengonsumsi minuman soda atau minuman manis lainnya dengan air putih ternyata mampu menurunkan 1,8 hingga 2,2 kg berat badan dalam waktu enam bulan.
Temuan yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menambah deretan panjang manfaat air putih. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa air putih membantu menurunkan risiko kanker kandung kemih.
Penelitian dilakukan terhadap 318 orang obesitas dan dibagi menjadi tiga grup. Grup pertama mengganti minuman berkalori dengan air putih, grup kedua mengonsumsi soft drink dan grup ketiga menjadi grup pengontrol.
Enam bulan kemudian, ketiga anggota kelompok tersebut mengalami sedikit penurunan berat badan dan ukuran pinggang. Namun, kelompok yang berubah mengonsumsi air putih cenderung dua kali lebih mungkin untuk kehilangan lima persen atau lebih dari berat badan mereka dibandingkan dengan mereka yang tidak mengubah kebiasaan mengonsumsi soft drink.
"Mengubah minuman nonkalori merupakan cara yang mudah dan sederhana untuk menurunkan berat badan atau menjaga agar berat badan tidak naik," ungkap Deborah Tate, profesor nutrisi dan perilaku sehat di Gilling School of Global Public Health di University of North Carolina, seperti dilansir melalui Dailymail, Senin (20/2).
Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang selalu mengkonsumsi air putih mempunyai kadar glukosa rendah saat berpuasa dan kadar hidrasi yang lebih baik dibandingkan grup pengontrol.
Tate menambahkan presentase penurunan berat badan dan rendahnya kadar gula penting karena keduanya diasosiasikan dengan peningkatan faktor risiko obesitas yang berhubungan dengan penyakit kronis.
"Jika dilakukan dalam skala besar, hal ini bisa menurunkan masalah kesehatan publik terkait obesitas secara signifikan," tambahnya.(Ghiboo.com)

2.menambah konsentrasi

Apakah Anda mengonsumsi 8 gelas air putih setiap hari sesuai anjuran para ahli? Tampaknya banyak yang tidak. Penelitian terbaru menunjukkan dehidrasi tak hanya menyebabkan sakit kepala dan mudah lelah, namun juga mempengaruhi fungsi kognitif.


Peneliti dari University of Connecticut mengungkapkan bahwa semua orang bisa mengalami dehidrasi. Dehidrasi mempengaruhi fungsi kognitif seseorang, sehingga mengubah mood, tingkat energi dan kemampuan berkonsentrasi. Parahnya, wanita dianggap lebih rentan terhadap efek merugikan dari dehidrasi ini.

Sebelum membuktikannya, peneliti melibatkan sekelompok relawan dehidrasi dengan serangkaian tes kognitif untuk mengukur kewaspadaan, konsentrasi, waktu reaksi, pembelajaran, memori, dan penalaran. Hasilnya lalu dibandingkan terhadap kelompok orang yang tidak mengalami dehidrasi.

Tim menemukan dehidrasi ringan, terutama pada wanita muda, menimbulkan sakit kepala, kelelahan, dan sulit berkonsentrasi. Para relawan wanita juga harus berjuang keras untuk bisa berkonsentrasi pada tugas-tugas yang sulit untuk diselesaikan, namun menariknya mereka tidak mengalami pengurangan kemampuan kognitif.

Sementara kaum pria dehidrasi ringan menyebabkan beberapa kesulitan menyelesaikan tugas mental. Terutama, daerah kewaspadaan dan kerja memori, serta mengalami ketegangan, dan kecemasan.

Peneliti Harris Lieberman menjelaskan bahwa perubahan suasana hati lebih besar pada wanita dibandingkan pada pria, baik saat istirahat maupun saat berolahraga, sehingga diwajibkan untuk selalu memenuhi kebutuhan air agar tubuh terhindar dari dehidrasi.

"Bahkan dehidrasi ringan, kehilangan 1,5 persen volume air normal dalam tubuh, dapat menurunkan mood, terutama wanita, dimana mereka lebih rentan," tambah Lieberman, dilansir melalui Huffingtonpost, Selasa (21/2).

3.membuat kulit tidak menjadi kasar

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, yaitu sebanyak 60% yang berada pada hampir semua sistem tubuh dan memiliki fungsi yang signifikan. Jika Anda mempunyai kebiasaan jarang minum atau sering terkena dehidrasi, jangan biasakan. Kekurangan air dalam tubuh memberikan dampak buruk pada kulit seperti menjadi kasar dan kering.
"Kurangnya kadar air dalam tubuh dapat mengakibatkan kondisi kulit menurun dimana resistensi dan fungsi enzim tidak optimal, sehingga struktur lapisan kulit terluarnya memburuk dan mengakibatkan kulit kering dan kasar," ungkap dr. Amaranila Lalita Drijono, Dermatologist dari Rumah Puan dan Perempuan Clinic dalam NIVEA Skinversation Class, yakni  bincang-bincang  pentingnya air bagi kecantikan dan kesehatan kulit di Jakarta, Selasa (31/1/2012).
  
Air tidak saja membantu pergantian siklus pencernaan, namun juga mencegah dehidrasi tubuh dan jaringan kulit. "Kalau memang ingin membantu menjaga kelembaban kulit dari dalam dan luar, dengan konsumsi air yang cukup dan menggunakan produk yang tepat," imbuh dr. Amaranila.
Tidak hanya menjaga kulit air juga  melindungi organ dan jaringan tubuh, membantu melarutkan mineral, mengatur suhu tubuh, meringankan beban ginjal dan hati dengan melarutkan sisa metabolisme dan membawa zat-zat gizi serta oksigen ke semua jaringan sel. Air juga memainkan peran penting dalam menjaga kecantikan  rambut dan kuku.
"Dalam tubuh, kadar air juga harus dijaga, tidak boleh terlalu banyak atau malah kekurangan. Jika kelebihan kadar air akan mengakibatkan edema atau overhidrasi, sedangkan kekurangan air akan mengalami dehidrasi. Disinilah peran paru-paru, ginjal, dan kulit sebagai organ-organ yang mengatur kadar air dalam tubuh," katanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar